Kamis, 01 November 2012

belajar reparasi tv untuk pemula

Tutorial awal reparasi tv untuk pemula

Posting Oleh info service elektronik on Minggu, 06 Februari 2011
Sebelum membahas lebih jauh tentang TV berwarna, coba anda pikirkan bagaimana mungkin sebuah radio bisa kita dengar siarannya atau sebu- ah TV bisa kita lihat dan dengar siarannya ? Inilah yang disebut teleko- munikasi ( komunikasi jarak jauh). Komunikasi satu arah ini dapat terjadi karena ada pemancar dan penerimanya dan masing-masing mempunyai syarat yang harus dipenuhi agar terjadi komunikasi tersebut. Persyaratannya  adalah:  informasi  yang  dikirim  berupa  suara  (pada radio) atau suara dan gambar (pada TV) dibawa oleh sinyal pembawa, yang kita kenal dengan modulasi (rangkaiannya disebut modulator) pada fre-kuensi  tertentu.  Pada  radio  ada  dua  cara  memodulasi  yaitu  AM (ampli-tudo  modulation)  dan  FM  (Frequency  Modulation),  sedangkan pada TV dengan sistem FM. Frekuensi modulasi inilah yang menjadikan kita dapat menangkap siaran suatu stasiun radio ataupun stasiun TV. Saat kita mencari gelombang frekuensi suatu siaran itu artinya kita menyamakan frekuensi penerima kita dengan frekuensi pemancarnya. Jadi walau ba-nyak siaran radio dan TV dimana-mana yang tertangkap oleh antena ra-dio / TV penerima di rumah, tetapi yang dapat kita dengar atau lihat ha-nya satu stasiun pemancar saja pada frekuensi tertentu. Kalau kita hen-dak mendengarkan atau melihat stasiun pemancar yang lain, maka kita harus mencari dengan cara merubah frekuensi penerima kita (di tuning) yang disesuaikan dengan frekuensi dari pemancar yang kita cari. Inilah proses telekomunikasi satu arah saja, yang satu memancarkan saja se-dangkan yang lainnya menerima.
Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat
melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemu- an roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di
Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi atau teve .
Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hu- kum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elek- tronik. Kemudian berturut-turut ditemukan tabung sinar katoda (CRT), sistem televisi hitam putih, dan sistem televisi berwarna. Tentunya per- kembangan ilmu ini akan terus maju apalagi dengan ditemukannya LCD, yang membuat TV dizaman ini semakin tipis dengan hasil gambar yang tak kalah bagusnya dengan TV tabung.
Jadi dizaman ini kita harus tahu betul tentang TV karena hampir semua rumah  tangga  mempunyai TV    baik  yang  hitam  putih  maupun  yang berwarna. Anda siap untuk mempelajarinya ?
Televisi (TV) yang kita kenal terdiri dari dua jenis, yaitu:
a.  Televisi   hitam   putih


b.  Televisi berwarna

Pada televisi hitam putih tidak dapat dilihat gambar sesuai dengan warna aslinya. Apapun yang terlihat dilayar kaca hanya tampak warna hitam dan putih. Hal ini sangat berbeda dengan televisi berwarna, yakni warna gam- bar yang tampil di layar akan terlihat menyerupai aslinya.
Gambar yang kita lihat di layar tele- visi adalah hasil produksi dari sebu- ah kamera. Objek gambar yang di- tangkap lensa kamera

 Pengambilan Gambar oleh Kamera dan disalurkan ke TV
akan dipisahkan berdasarkan tiga warna dasar, yaitu merah (R= red), hijau (G=green), dan biru (B=blue). Hasil tersebut akan dipancarkan oleh pemancar televisi.
Pemancar TV berwarna memancar- kan sinyal-sinyal :
- Audio (bunyi)
- Luminansi (kecerahan gambar)
- Krominansi (warna)
- Sinkronisasi vertikal / horizontal
- Burst
Pada pesawat televisi berwarna, se- mua warna alamiah yang telah dipi- sah ke dalam warna dasar R (red), G (green), dan B (blue) akan dicampur kembali   pada   rangkaian   matriks
warna untuk menghasilkan sinyal lu-
minasi Y dan dua sinyal krominansi, yaitu V dan U menurut persamaan berikut :

Y = +0.30R +0.59G+0.11B V = 0,877 ( R - Y )
U = 0,493 ( B- Y )

Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang ditrans- misikan bersama sinyal gambar dalam modulasi frekuensi (FM) untuk meng- hindari derau (noise) dan interferensi. Sistem  pemancar  televisi  yang  kita kenal          diantaranya:    NTSC, PAL, SECAM, dan PAL B.  NTSC (National Television       System     Committee) digunakan di Amerika Serikat,

sistem PAL (Phases Alternating Line) digunakan di Inggris, sis- tem SECAM (Sequen tial Coleur a’Memorie) digunakan di Prancis. Sementara itu, Indonesia sendiri menggunakan sistem PAL B. Hal yang membedakan sistem terse- but adalah: format gambar, jarak frekuensi pembawa, dan pem- bawa suara.

Prinsip Kerja TV Berwarna
Blok diagram sebuah TV berwarna secara lengkap adalah:

Contoh Rangkaian TV Berwarna
 
 Secara garis besar blok tersebut memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
a.Rangkaian Penala (Tuner)
Contohnya dapat dilihat pada gambar

Rangkaian penala berfungsi untuk menerima  sinyal  masuk  (gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.
 
Tuner mempunyai tiga bagian utama sebagai berikut:
● RF Amplifier.
Berfungsi untuk memperkuat sinyal yang diterima antena.
● Lokal Osilator.
Berfungsi untuk membangkitkan si- nyal frekuensi tinggi. Besar frekuensi
osilator dibuat selalu lebih besar di-
bandingkan frekuensi RF yang diteri- ma antena (sebesar frekuensi-RF+IF).
● Mixer.
Oleh mixer sinyal RF dan sinyal
ga 1.000 kali, karena output Tu- ner merupakan sinyal yang lemah dan sangat tergantung pada jarak pemancar, posisi penerima, dan bentang alam. Rangkaian ini juga berguna untuk membuang gelom- bang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pela- yangan gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar.

b..   Penguat       IF    (Intermediate
Frequency)

c.  Rangkaian Detektor Video Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang  keluar  dari  penguat  IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam seluruh sinyal yang mengganggu karena  apabila  ada  sinyal  lain yang masuk akan  mengakibat- kan buruknya kualitas gambar. Salah satu sinyal yang diredam adalah sinyal suara.
d. Rangkaian Penguat Video
Rangkaian ini berfungsi sebagai pengu- at sinyal luminan yang berasal dari de- tektor video sehingga dapat menjalan- kan layar kaca atau CRT (catode ray tube}. Di dalam rangkaian penguat vi - deo   terdapat  pula  rangkaian  ABL
(automatic brightnees level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang ber- fungsi untuk melindungi rangkaian te- gangan tinggi dari tegangan muatan le- bih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.
e.Rangkaian   AGC   (Automatic   Gain Control)

Rangkaian AGC berfungsi untuk mengatur penguatan in- put secara otomatis. Rangkaian ini akan menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah sehingga output yang dihasilkannya menjadi konstan.
Gambar diatas Rangkaian AGC. Lingkaran merah menunjukkan komponen AGC yang Berada di dalam Sebagian IC dan Sebagian Tuner

AGC Model Lain. Beberapa merek TV memiliki AGC yang Berdiri Sendiri seperti Ditunjukkan oleh Tanda Silang.

f. Rangkaian Penstabil Penerima
Gelombang TV
Rangkaian penstabil penerima ge- lombang TV di antaranya adalah AGC dan AFT. AGC (automatic gain control) akan menguatkan sinyal  jika  sinyal  yang  diterima
terlalu lemah. Sebaliknya, jika sinyal
yang diterima terlalu besar, AGC de- ngan sendirinya akan memperkecil sinyal. Sementara itu, AFT (auto- matic fine tuning) atau penala halus secara otomatis akan mengatur frekuensi pembawa gambar dari penguat IF secara otomatis.
g. Rangkaian Defleksi Sinkronisasi Rangkaian ini terdiri dari empat blok, yaitu (gambar 6.77):
●    Rangkaian sinkronisasi,
●    Rangkaian defleksi vertikal,
●    Rangkaian defleksi horizontal,
●    Rangkaian pembangkit tegangan tinggi.
 Rangkaian Defleksi Sinkronisasi ditunjukkan Batas Garis Hitam

 h. Rangkaian Suara (Audio)
 Suara yang kita dengar adalah hasil ker- ja dari rangkaian ini sinyal pembawa IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebe- lumnya, sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar.

i. Rangkaian Catu Daya (Power Supply) Rangkaian ini berfungsi untuk mengubah tegangan AC  menjadi DC yang selanjut nya didistribusikan ke seluruh rangkaian. Pada gambar 6.79, rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih pada PCB dan daerah di dalam kotak merah. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi (live area). Sementara itu, daerah di dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tega- ngan DC ke seluruh rangkaian TV.

j.  Defleksi Horisontal dan Tegang- an Tinggi
Rangkaian defleksi horisontal  berfungsi untuk menye- diakan arus gigi gergaji untuk di- umpankan kekumparan defleksi yoke, sehingga sinar elektron pa- da  CRT  dapat  melakukan scaning pada arah horisontal dengan benar. Selain itu rangkai- an horisontal juga dimanfaatkan sebagai pembangkit tegangan tinggi (High Voltage) untuk anode CRT serta untuk pembangkit be- berapa macam tegangan mene- ngah dan tegangan rendah lain- nya.
Rangkaian Defleksi Horisontal. Sebagian Berada Di dalam Trafo Flyback

Bagian-bagian dari rangkaian horisontal meliputi :
 ● Osilator Horisontal
Sebagai pembangkit pulsa fre- kuensi horisontal. Pada sistem CCIR frekuensi horisontalnya adalah 15.625 Hz, dan pada sis-
tem FCC frekuensi horisontalnya
adalah 16.750Hz.
 ● Horisontal Driver
Horisontal driver dipakai untuk memperkuat frekuensi horisontal dari osilator guna menyediakan arus yang cukup untuk mendriver transis- tor horisontal output (HOT), sehingga transistor HOT berlaku sebagai   sa- klar.
● Horisontal Output (HOT)
Bagian horisontal output berfungsi untuk menyediakan power arus gigi
gergaji untuk diumpankan ke kum- paran  defleksi horisontal. Dari  tran- sistor HOT kemudian dikopel secara kapasitip ke kumparan defleksi yoke.
Pada  umumnya  transistor  HOT  TV
berwarna  mendapat  tegangan  DC
sekitar 110 V.
Trafo plyback (FBT, HVT) dipasang pada bagian HOT, dengan meman- faatkan arus gigi gergaji saat hori- sontal retrace yang dapat menginduk- sikan tegangan sangat tinggi.

● Horisontal   AFC   (Automatic Frequency Control)
Gambar pada pesawat TV harus sinkron dengan gambar dari pe- mancar TV, oleh karena itu diper- lukan sinkronisasi horisontal dan vertikal.   Rangkaian   High   Pass
Filter (HPF) dipakai untuk memi-
sahkan sinyal sinkronisasi hori- sontal, rangkaian ini mudah sekali dipengaruhi oleh noise,   maka osilator horisontal selalu dilengka- pi dengan rangkaian AFC, yang berfungsi untuk menjaga agar fre- kuensi dan phase sinyal horison- tal scanning selalu stabil.
Pada bagian AFC terkadang dipa- sang VR  pengatur phasa yang berfungsi untuk mengatur posisi horisontal center.
Dari  keterangan di  atas  untuk  lebih  Jelasnya diberikan blok  diagram khusus bagian warna sebagai berikut:
 Diagram Blok Bagian Warna dari TV

fungsi setiap blok dari gambar dalah:
●    Colour Amp : Suatu penguat krominan yang menguatkan sinyal nada warna (sekitar 4,43 MHz) dengan bandwidth 2 MHz. Didalamnya me- ngandung sinyal (termodulasi) selisih warna yang telah dilemahkan (V dan U) juga terdapat sinyal ledakan (burst sinyal) dengan denyut sin- kronisasi horisontal.
●    Colour splitter (pembelah warna) : memisahkan sinyal V dengan sinyal U dimana signal V diputar 180º sedangkan sinyal U tidak dipu-
tar. Pada blok ini terdapat garis-garis NTSC dan PAL dan beberapa perlawanan.
●    Demudulator-V dan Demodulator-U: untuk mendeteksi sinyal V dan sinyal U. Bagian ini menerima gelombang pembawa warna dan sinyal
secara bersamaan dan harus benar-benar sefasa baik sinyal V mau-
pun sinyal U. Jika yang diterima sinyal NTSC maka gelombang pem- bawa yang dimasukkan kedemodulator V harus dimasukkan dalam fasa 90°, sedangkan untuk sinyal  PAL gelombang pembawa yang di- masukkan dalam fasa 270°. Jikalau fasa-fasa dari sinyal itu benar, maka sinyal-sinyal ini akan dikuatkan melalui bagian ini dan penguatan untuk kedua sinyal ini tak sama.

●    Saklar PAL: selama sinyal NTSC yang masuk, maka saklar PAL me-
lewatkan sinyal yang berasal dari osilator kristal tanpa disertai perge- seran fasa. Sedangkan saat ada sinyal PAL, maka pelewatan sinyal disertai dengan pergeseran fasa 180°, sehingga menjadi 270°.
●    FF (Flip-Flop): saklar PAL didrive dari suatu Flip-Flop atau bistable
multivibrator. Flip-Flop ini dikemudikan dengan sinyal clock yang di- sebut sinyal identifikasi yang berasal dari diskriminator fasa yang ke- mudian dikuatkan oleh suatu penguat. Dalam sinyal ledakan, setiap pergantian sinyal garis satu ke sinyal garis berikutnya selalu berubah-
ubah dasanya, karena diskriminator fasapun mengeluarkan suatu te-
gangan bolak-balik.. Selama sinyal NTSC tegangannya positip, dan selama sinyal PAL tegangannya negatif. Dengan menggunakan sinyal clock positip, naka FF dibawa kekondisi yang sedemikian hingga sa- klar PAL selama sinyal-sinyal PAL memutar sinyal sejauh 180°. Pada saat sinyal NTSC masuk, maka penguat akhir horisontal mengirimkan clock yang membuat FF kekondisi stabil yang lain. Maka sekarang saklar PAL berada dalam kondisi yang tidak memutarkan fasanya sinyal.
●    BURST Amp : Penguatan sinyal ledakan mengandung sinyal ledak- an,  sinyal  krominansi  dan    pulsa  dari  penguat  akhir  horisontal. Penguat dapat menguatkan hanya pada saat-saat pulsa horisontal masuk ke penguat. Sinyal ledakanpun dimasukkan selama penguat itu sedang menguatkan, sehingga menghasilkan tegangan output untuk mengontrol BURST Amp melewati ACC dan mematikan warna lewat CK.
●    Colour Killer (CK): Untuk menin das penguat warna apabila signal selisih warna / krominan karena sedang menerima siaran hitam putih (azas kontabilitas). Penin- dasan warna ini perlu, agar pada waktu penerimaan hitam putih ba- gian warna tak menguatkan sinyal- sinyal desah yang akan dapat muncul di layar gambar.   Namun demikian apabila ada signal nada warna yang dikirimkan ke penguat oleh ledakan akan dihasilkan te- gangan kontrol sehingga colour killer tidak bekerja (colour killer akan bekerja apabila tidak ada signal BURST yang dikirimkan).
●    ACC (Automatic Colour Control) : Blok ini bekerjanya sama dengan AGC yaitu mengontrol penguatan secara otomatis, apabila sinyal ledakan naik yang disebabkan oleh naiknya penguatan colour killer maka BURST Amp menghasilkan tegangan ACC yang merupakan tegangan kemudi yang dikirimkan ke colour amp.
●  Demodulator (V dan U) : Untuk memisahkan selisih warna dari SPWnya yang di- buat dirangkaian ini. Disini harus  dibuatkan SPW sebe- sar 4.43 MHz dari kristal de- modulator yang phasanya sa- ma dengan yang dikirimkan selama diterima garis NTSC, SPW digeser 90º sedangkan selama diterima garis PAL SPW   harus   digeser   270º. Hasil demodulator yang ma- sih merupakan signal V dan signal U dikuatkan kembali sehing ga berubah lagi men- jadi selisih warna R-Y dan B- Y (merupakan proses keba- likan dari pemancar).
●    AFPC (Automatic Frequency and Phase Control) : ber- fungsi agar phasa dan frekuensi dari SPW persis de- ngan yang dikirimkan (mes- kipun ditindas) maka harus di- adakan pengontrolan teruta- ma tegangan VCOnya.

Pelacakan Kerusakan TV Berwarna

Teknik termudah dan cukup dapat diandalkan untuk melacak kerusakan sebuah TV berwarna adalah menggunakan Teknik Gejala-Fungsi (symptom-function), karena dapat dilihat dengan jelas gejala kerusakan gambar yang terjadi  pada layar / CRT maupun gejala kerusakan suara pada speaker.
Sebagai contohnya: asumsikan bahwa video (penerimaan gambar TV) drive transistor adalah rusak. Ini berarti itu akan tidak ada gambar pada CRT. Apakah ini juga berarti bahwa akan tidak ada raster? tentu tidak, karena raster diproduksi oleh rangkaian defleksi vertikal dan horisontal dan  memerlukan adanya tegangan tinggi, dimana ini  didapatkan dari output  horisontal  trafo.  Jadi  CRT  akan  menyala  tetapi  akan  terlihat sebuah layar kosong. Apakah audio mempunyai efek? tentu tidak Karena sinyal audio mulai keluar sebelum rangkaian drive video. Untuk menyimpulkannya lalu kebenaran bahwa ini tidak ada gambar pada CRT, tetapi ada suara dan raster, hal yang sudah pasti untuk mencurigai salah satunya yaitu drive video atau video output stage.
Di bawah ini akan diberikan tabel bermacam-macam gejala kerusakan sebuah TV berwarna dan perkiraan fungsi rangkaian mana yang menyebabkan kerusakan itu terjadi.
 GEJALA YANG TERJADI      FUNGSI RANGKAIAN YANG RUSAK
a.TV mati total (lampu indi kator tak menyala)
- Rangkaian catu daya. Rangkaian regu- lator input sampai output. Perhatikan gambar 6.82 rangkaian regulator pada PCB TV . Pada umumnya catu daya pesawat televisi mempunyai output tegangan sebesar 115v, 24v, 12v, dan 5v.


Tanda Panah Menandakan Komponen yang Mudah Rusak.
 b. TV dan lampu indikator mati total serta terdengar suara derit getaran trafo switching.
  - Rangakian horisontal biasanya yang mudah rusak adalah trafo flyback, transistor horisontal dan kapasitornya
 Garis Daerah Merah Menunjukan Komponen yang Mudah Rusak pada Rangkaian Horisontal.
 c. Lampu indikator hidup tapi TV tak dapat dioperasikan.
- Rangkaian horizontal.
- Rangkaian regulator, biasanya dioda pembatas tegangan rusak.
d.  Tak  ada  raster  tapi  suara normal (layar tetap gelap).
- Rangkaian penguat video, rangkaian penguat cahaya, rangkaian tegangan tinggi atau CRT
Daerah Tegangan Tinggi
 
CRT (Catode Ray Tube) Filamennya Mudah Putus

e. Raster satu garis horizontal.

- Rangkaian vertikal dan osilatornya.
- Rangkaian defleksi vertikal.

f. Garis strip-strip hitam pada layer yang tak dapat hilang.
- Rangkaian   osilator   horizontal,   bia- sanya kapasitor elektrolit yang sudah kering (terlihat kusam / pecah).
- Pada TV yang baru jarang dijumpai, biasanya disebabkan komponen yang sudah termakan umur.
Gambar Strip Hitam Tidak Dapat Hilang dari Raster Meskipun Sinkronisasi Telah Disetel.
 
g.Sebagian gambar tergeser horisontal.
 
  - Rangkaian    sinkronisasi,    rangkaian buffer video dan rangkaian AGC. Bia- sanya kapasitor elektrolit yang kering atau dioda yang bocor

h. Gambar bergerak terus ke atas / ke bawah

 - Rangkaian  osilator  vertikal.  TV  yang baru terjadi akibat kapasitor keramik- nya bocor.

i. Garis hitam miring dan ber- gerak ke atas / ke bawah terus.

- Rangkaian pemisah sinkronisasi, rangkaian penguat sinkronisasi, rangkaian AGC dan rangkaian penghapus noise.

 j. Gambar menyempit
Menyempit Kiri / Kanan


- Rangkaian output catu daya, rang- kaian defleksi horisontal dan kum- paran yoke.


- Rangkaian output catu daya, rang- kaian defleksi horisontal dan kumparan yoke.

k. Pelebaran Horisontal
Gambar Melebar

 - Potensio   pengontrol   lebar   horisontal, rangkaian catu daya dan tegangan anoda CRT.

l. Pemendekan tinggi gambar
Gambar Memendek

- Potensio   Vsize   dan   Vline   dan rangkaian defleksi vertical (tran- sistornya).

m. Gambar memanjang vertikal

- Rangkaian defleksi vertikal, potensio   pengatur   vertikal   atau   elko yang sudah kering





tips dasar protek tv

tips dasar mengetahui Protek pada tv

Posting Oleh info service elektronik on Minggu, 19 Desember 2010
Bagaimana sebenarnya jika tv terprotek oleh sistem,dan bukan stanby karena ada kerusakan hardware/komponen.
Satu patokan bahwa pesawat TV berada pada status “protek ” adalah jika tv mau menyala(sebentar) dan kembali ke posisi standby.( sistem “membaca” dulu semua keadaan blok secara fungsional dan mendeteksi parameter masing-masing blok untuk disamakan dgn standard yg diisi didalam IC memory).Karena kalau baru dinyalakan tv hanya diam di posisi standby,mungkin disebabkan rangkaian regulator yang tidak normal atau juga tegangan untuk horisontalnya tidak ada ( karena TR HOR. short).
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Nyala led berwarna merah (standby) terus berubah menjadi hijau (start) dan kembali ke posisi merah,sistem gagal untuk start ( protek )
Nyala led merah dan kemudian berkedip,ada kerusakan blok ( vertikal/audio/horisontal) maka sistem akan mem-protek.
Nyala led berubah warna (kuning) EEprom atau IC memory error atau corrupt ( kehilangan data).ganti atau bisa di setting ulang.
Nyala led merah saja, bisa juga karena protek dan ini disebabkan macetnya perintah ‘on’ di IC memory.keadaan ini bisa di atasi dengan me-reset IC memory ( reset menu code).
Salah satu cara kita dapat men-skip (melewat posisi protek ) adalah:
Pastikan semua tegangan dari power supply normal,baik untuk horisontal (115V) IC program (5) audio,vertikal(jika dari regulator) ,IC HOR.oscillator dan tegangan untuk trafo driver horisontal.
Karena sarat utama agar tv dapat menyala adalah :tegangan B+,tegangan ke IC osilator horisontal ( 5v-8v),tegangan untuk IC program dan memory,serta tegangan untuk driver horisontal.Sinyal dari oscillator horisontal adalah jantung utama untuk menggerakan fungsi Flyback dan ini wajib ada.
Pastikan semua tegangan ini ada,jika tidak anda harus memberinya secara manual ( external )
Cara lain agar kita dapat “melihat” sumber penyebab protek adalah:
Memberi tegangan external pada Filament atau Heater CRT dengan menggunakan trafo !ampere sebesar 6 Volt.Dengan maksud agar kondisi crt sudah panas (ready) ketika tv baru dinyalakan pertamakali.Putuskan dulu jalur tegangan asli heater dari flyback. Sehingga tampilan di layar CRT dapat kita lihat meski hanya sesaat.
Nyalakan dulu trafo nya sebentar untuk memanaskan filament,terus nyalakan tv dan segera anda lihat kondisi tampilan di layar, apakah hanya garis vertikal ,apakah hanya blank atau ada gambar tanpa sinkronisasi dan lain sebagainya.
Minimal anda sudah dapat menduga sumber kerusakan pada “pasien” anda dan “mereka” pun sudah sangat siap untuk anda operasi dalam waktu secepat mungkin..... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

persamaan flyback

Pin Flyback dilihat / dihitung dari bawah searah jarum jam.



1. AKARI / FUJITEC China

* 14" BSC 22 - 01N401
* 14" BSC25 - 1194
* 20/21" BSC25 - 4803T
* 14" BSC22 - 2007 (B+125)
* 20" BSC25-N0803A

COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_NC
2. AKIRA

* 14" JF0501 - 1901
* 21" BSC23 - N0114

COL_B+115V_GND_185V_H_ABL_GND_16V_NC_24V

AKIRA Vert +14v dan -14v

* 21" JF0501 - 19959
* 21" BSC25 - 0235A

COL_B+115V_+14V_-14V_GND_H_AFC_ABL_NC_185V

AKIRA / FUJITEC IC8893CPBNG.......

* 21" BSC25 - 05N2135H
* 21" BSC25 - N0379

COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_180V

3. AIWA 14/20"

* 84-L83-606-01
* FTK 14B011

COL_B+115V_24V_GND_185V_H_ABL_GND_AFC_12V

4. DETRON

* 14" 154 - 164F
* 20" 154 - 165D

24v_14v_B+115V_H_AFC_ABL_GND_185V_NC_COL

5. SHARP

* 14" F0067PE
* 20" F0069PE

COL_B+115V_24V_16V_NC_AFC_GND_H_185V_ABL

* 21" F0147PE

COL_B+115V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL

* 14" F0193 / 21"F0194

Col_B+115V_GND_40V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL
6. SHARP picollo

* 14" BSC26 - 2631S / FA060 WJ - SA
* 21" JF0501-32601 / A071WJ - A

COL_B+125V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL

7. GOLDSTAR / LG / AKARI / INTEL

* 154-177B
* 154-064P
* 6174-8004A (kadang 12V/16V gak ada)
* 6174Z-6040X

COL_185V_B+115V_GND_16V_24V_40V_ABL_H_AFC

* 154-177E

COL_185V_B+90v_BOOST UP_25V_12V_GND_ABL_H_AFC

8. JVC

* 21" BSC25 - 0262

COL_B+115V_AFC_NC_24V_GND_H_ABL_185V_ GND
JVC AV20NX

* 21" JF0501 - 3241 / QQ0189 - 001

Col_B+115v_ AFC_-12V_+12V_Gnd_HT_ABL_185v_Gnd

9. FUJITEC lama

* 14" bsc22 - 2314H

COL_B+115V_180V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC
10. PANASONIC lama:

* 20" TLF 4N052

Col_B+115v_Nc_24v_H_180v_Gnd_Gnd (R2W 1 ohm)_16v_ABL

* ZTF N82014B

Col_B+140v_Nc_+16v_Gnd_H_Gnd_ABL_-16v_ 180v

11. SANSUI

* JF051 - 1206

COL_B+115V_185V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC

12. LG

* 20": 6174 - 6006E

Col_185v_B+115V_Gnd_-14v_+14v_Gnd_ABL_H_AFC

* 21" 6174V-6006H (Flat & Super Slim)
* 21" BSC24-3366J (Super Slim)

COL_185V_B+115V_GND_Nc_24V_Nc_ABL_H_AFC

* 29" 6174Z - 5003A

Col_B+115v_+14v_-14v_200v_Gnd_Nc_28v_ABL_H


LG ultra Slim


* 21" BSC25-N0363
* 29" BSC26-N2138

Col_B+115V_+14V_-14V_200V(Video)_Gnd_Inner_26V_Abl_H

13. TOSHIBA

* 14" TFB 4067 BD
* 21" TFB 4125CH
* 29" TFB 4086A

COL_B+115V_185V_GND_NC_24V_12V_ABL_H_AFC
14. POLYTRON / DIGITEC

* 20" FCM 20 B 061N
* 21"JF 0501- 19577

COL_B+115V_GND_NC_185V_H_NC_ABL_+12V_-12V


* 21" JF0501-195913

Col_B+115V_Gnd_185v_Nc_H_25v_Bcl_12v_Afc

15. POLYTRON lama

* 14" FCK 14A006
* 20" FCM2015H
* 20" FTK21R002

NC_NC_GND_185V_16V_H_24V_ABL_B+115V_COL
16. SAMSUNG

* FSV 14A004
* FSV14A001
* FSV20A001

16,5V_AFC_H_24V_180V_GND_NC_ABL_B+125V_COL

* FOK14A001
* FSV-14A004C
* AA26-002101A


+16,5V_24V_H_-16V,5_185V_GND_NC_ABL_B+125V_COL

* 14/21" Flat FOK14B001

Col_NC_B+123V_NC_200V_Gnd_H_-16,5V_+16,5V_ABL
17. TV China

* BSC 25 Z 603F
* BSC 25 - 4813A

TP1_COL_TP2_B+115v_TP3_TP4_GND_H_ABL_NC
18. TV China

* BSC 25 - 2004PR

COL_B+115v_NC_AFC_GND_H_ABL_NC_TP1_TP2

* BSC24-01N4014K
* BSC25-T1010A

T1_COL_T2_B+115v_T3_T4_GND_H_ABL_180V

19. SANYO

* 21" L 40 B 15300 / L40B17100
* JF0501-32639 (SANYO SLIM 21")

COL _B+115V_NC_185V_AFC_ABL_NC_LOW B_H_GND

SANYO SLIM FLAT 29"

* BSC26-2629S part no: ILB4L40B07500

Col_B+140v_Nc_Video 185v_Afc_Abl_Nc_Low B_H_Gnd
Tr Hor D2634
20. TCL

* 21" BSC 25 - 0299D
* JF0501-1914
* BSC25 - 0231


185V_COL_AFC_B+115V_12V_24V_ABL_GND_NC_H

21. TV China

* 29" BSC26 - 3606A

Col_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_T1_T2_T3
22.TV China

* 29" BSC28 - N2329

Col_TP2_B+115V_GND_185V_NC_NC_ABL_H_AFC
23. TV SAMSUNG

* 29" FUH29A001 /
* SAMSUNG FLAT SLIM JF0501 - 91911 (FQH29A003)
* 21" SLIM FQH21A004 (FUH29A001B (S) )

COL_NC_B+125V_NC_200V_GND_H_-16,5V_+16,5V_ABL


24. KONKA

* 14" BSC25-2023S
* 14" BSC25 - 0106
* 21" BSC25-2666S
* 20" BSC25-0111

COL_185V_B+115V_GND_AFC_14V_ABL_H_NC_NC
25.SONY

* 8-598-858-00
* 8-598-831-00
* 8-598-811
* 1-453-284-11

COL_B+_200V_H_GND_-13V_GND_+13V_NC_ABL

26. RCA
14" 6174Z - 8006A

B+110_Col_6.5V_Gnd H_H_Abl_-12V_Gnd_180v_+12v

kerusakan berbagai merk tv



Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : universe 20U250
Gejala : protec,lampu merah kedip 6x
Penyebab : tegangan PLN spanning,C612 100mf/160v melembung mengakibatkan data error
Solusi : ganti ic eeprom 24c08













Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : 29ZF250S
Gejala : gambar cacat vertikal
Penyebab : tegangan 24v ic vertikal drops
Solusi : R501 0,22ohm molor nilainya,ganti R o,22ohm/2w



Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : piccolo
Gejala : gambar mengecil bagian atas dan bawah
Penyebab : resistor antara playback yg menuju ic vertikal putus
Solusi : ganti dengan nilai yg sama,apa bila tidak ada perubahan ganti ic vertikal dengan yg baru
Catatan : cek juga elco yg ada pada bagian vertikal kemungkinan ada yg lemah
Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : ms14500
Gejala : mati total
Penyebab : power suply mati
Solusi : ganti ic tda8380A


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : tda 8362
Gejala : vertical tidak bekerja,flyback mengeluarkan bunyi berderik,kerusakan seperti tidak ada teg 12v dari flayback
Penyebab : capacitor pada pin 52 ic tda8362 bocor
Solusi : ganti


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : semi datar
Gejala : gambar gelap meskipun sceens dirubah
Penyebab : kerusakan pada induktor
Solusi : ganti flyback


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : series mx 1452g
Gejala : TV HANYA KADANG KADANG MAU START DAN SULIT UNTUK MENYALA.
Penyebab : cacad produksi, karena c 507 terlalu kecil dan cepat kering
Solusi : .GANTI C507 : 10/50 DENGAN 47/100V


Perangkat : TV
Merek : Sharp
Model : 14X20D2
Gejala : setiap 5menit atau lebih mati sendiri/total, jika dimatikan dari switch on/off lalu dihidupkan lagi tv kembali normal.
Penyebab : STR regulator cacat
Solusi : ganti segera dg yang baru dg tipe yg sama.
Perangkat : Monitor
Merek : Samsung
Model : CTG5427L
Gejala : mati total
Penyebab : B+ open
Solusi : ganti R613(100 kohm 1/2w)



Perangkat : Monitor
Merek : Samsung
Model : xxxx1
Gejala : terbakar R pada jalur abl
Penyebab : Flyback bermasalah
Solusi : open ic vertikal mungkin shoot dan membebani flyback


Perangkat : Monitor
Merek : Samsung
Model : 753dfx
Gejala : ganguan layar kadang ndak ada bambar
Penyebab : panas yang berlebihan
Solusi : soldir ulang bagian horizontal


Perangkat : TV
Merek : Samsung
Model : CB 1439Z
Gejala : Regulator SMR40000C selalu putus
Penyebab : Modul Power kontrol rusak..
Solusi : diganti HIS0169B
Catatan : Tips: Supaya lebih awet jauhkan PTC


Perangkat : TV
Merek : Samsung
Model : LCD LA 32A350J1NXXD
Gejala : GAMBAR LAYAR BERGARIS-GARIS VERTIKAL (DARI ATAS KE BAWAH) SEPERTI BENANG, 1 ATAU LEBIH GARISNYA
Penyebab : T-CON RUSAK
Solusi : GANTI LAPISAN PANEL DEPAN DENGAN PANEL YANG SUDAH RUSAK ATAU MATI, KARENA T-CON TERPASANG PERMANEN PADA LAPISAN TERSEBUT BIASANYA MASIH BAGUS.
Perangkat : DVD
Merek : China Brand
Model : VITRON DM-301
Gejala : stanby terus
Penyebab : tegangan 5v turun krna kerusakan kapasitor 470/16
Solusi : ganti elco untuk penyearah 5v


Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : advance
Gejala : mati total/ LISTRIK njegleg jika dinyalakan.
Penyebab : tr power suply short.
Solusi : ganti tr
Catatan : jika tidak nyala juga,, cek photocouple dan tr drivernya




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : fujitec
Gejala : ada suara tak ada gambar.
Penyebab : trafo horizontal driver bag. primer putus
Solusi : ganti trafo driver



Perangkat : Radio
Merek : China Brand
Model : radio standard
Gejala : suara kresek2 ato kasar apabila putar gelombang
Penyebab : potensio kotor atau aus
Solusi : lumuri dgn minyak goreng atau ganti dgn yg baru





Perangkat : Monitor
Merek : China Brand
Model : 14 inc
Gejala : gambar buram
Penyebab : soket crt karatan
Solusi : ganti soket dgn yg baru



Perangkat : DVD
Merek : China Brand
Model : merk china
Gejala : no disc
Penyebab : optik kotor
Solusi : bersihkan dgn cotton bud dan stel dudukan optik




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : digimedia
Gejala : layar cuma terbuka sekitar 5cm
Penyebab : lama pemakaian
Solusi : ganti elko 25v.1000uf dan solder ulang bagian vertikal termasuk ic vertikal


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC 1612R
Gejala : mati total ada bunyi ddesis
Penyebab : tegangan 24v short
Solusi : ganti ic vertikal AN 5521


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC 2110BC
Gejala : gambar hitam,suara normal
Penyebab : elco 220u/160v kering/bocor
Solusi : ganti elco 220u/160v

Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : lupa boss
Gejala : mati total, suara berdenyit2
Penyebab : zener56v short
Solusi : ganti zener dan masalah teratasi
Catatan : hati chasise nyetrum


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC.21RY21J
Gejala : 1.sinyal gambar lemah mirip gejala kerusakan agc.2.gambar agak sempit atas & bawah
Penyebab : ic 851 teg output 5v berkurang
Solusi : ganti R889 3.3ohm



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : Goldseris
Gejala : Tv tidakbisa start tegangan melunjak tinggi
Penyebab : Elko 47uf/50v pada rangkaian smps kering ganti kedua duanya
Solusi : Cek tegangan b+ dan zener cek kedua elko 47uf/50v pada bagian primer smps cek juga elko pada bagian sekunder smps
Catatan : Cek rangkaian bost up


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : ms14500
Gejala : mati total
Penyebab : power suply mati
Solusi : ganti ic tda8380A


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : tda 8362
Gejala : vertical tidak bekerja,flyback mengeluarkan bunyi berderik,kerusakan seperti tidak ada teg 12v dari flayback
Penyebab : capacitor pada pin 52 ic tda8362 bocor
Solusi : ganti


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : semi datar
Gejala : gambar gelap meskipun sceens dirubah
Penyebab : kerusakan pada induktor
Solusi : ganti flyback


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : series mx 1452g
Gejala : TV HANYA KADANG KADANG MAU START DAN SULIT UNTUK MENYALA.
Penyebab : cacad produksi, karena c 507 terlalu kecil dan cepat kering
Solusi : .GANTI C507 : 10/50 DENGAN 47/100V


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : minimax MX5203X
Gejala : STANDBY
Penyebab : CONDENSATOR BOCOR
Solusi : GANTI CONDENSATOR C4021nf/50volt,
Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21FB3RB
Gejala : standby.
Penyebab : gagal start loading data eeprom diakibatkan data pada IC02 24C04 korup.
Solusi : ganti/flash IC02 24C04 dengan data/ic yang sudah terisi.


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Ultra Slim 21FU2RD
Gejala : mati, transistor horizontal short apabila diganti short lagi.
Penyebab : Capasitor C414 153/2KV berubah nilainya.
Solusi : ganti Capasitor C414 153/2KV dan Q402 2SC6090 dengan yang baru.


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : CD-14D52
Gejala : warna gambar tidak normal, kemerah merahan..
Penyebab : solderan di RGB banyak yang kendor atau retak..
Solusi : setelah RGB di solder ulang semuanya,,, warna kembali normal lagi


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : ultra slim
Gejala : reste horizontal melengkung
Penyebab : capasitor short
Solusi : solusinya dengan menambahkan satu capasitor milar di titik colector C414=.01=10n 2kv dengan 103 2kv,dan ganti juga diode RU 4A dengan yang baru sedangkan TR.Horizontal nya ganti dengan D.1554
Catatan : TV ini menggunakan IC SINGLE LV76211,sedangkan FBT BSC 25 -NO329,TV ini di hidupkan TR.HOR menjadi panas sekali bisa mengakibatkan short nya TR.HOR tsb


Alexa Toolbar
Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21fu3rl
Gejala : mati total
Penyebab : tiba2 mati, padahal menurut yang punya, tidak ada gejala apa2
Solusi : setelah dicek ternyata saklar s801 tidak berfungsi lagi. diganti dengan switch on-off jenis lain, sedikit memodifikasi. jadi


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21FU3RL
Gejala : mati total,tr horizontal(C6090)sering putus
Penyebab : putus ic pawer suply(W6554A)dan kapasitor keramik pecah(183J2000v)
Solusi : ganti ic pawer suply,tr horizontal dan kapasitor keramik dengan yg baru
Catatan : apabila kapasitor keramik tidak ada yg sama ganti dengan kapasitor mkt ukuran 15n2000v juga bisa



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Pearl black 21FU1RL
Gejala : Tv hidup tp layar blanking biru polos disertai garis2...kata yg punya tv kena petir
Penyebab : Setelah ditelusuri ternyata teg RGB dari chroma LV 76213 short
Solusi : Setelah cek ic vertical dan komponennya ternyata bagus....akhirnya tinjau yoke lepas solderan ujung2nya lalu cek gulungan coilnya satu persatu ternyata lilitan vertcal deflection putus sebelah... Setelah ganti ic chromanya tv jadi normal
alexa

Perangkat : TV
Merek : LG
Model : LG untukjenis flat
Gejala : gambar terkadang keluar kadang tidak
Penyebab : tuner dengan jenis pll rusak
Solusi : ganti tuner dengan catatan sebelum mengganti tuner langkah kita cek dulu teg agcnya,vccnya kalau normal langsung ganti tuner pasti beres


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21 flat
Gejala : gambar bagus suara kadang-kadang hilang kadang-kadang besar
Penyebab : penyebabnya ic lv 6111 n
Solusi : ganti ic lv 6111 n kalau masih belum, masuk kemode servicemenu pada bagian audio diset keposisi mono atau stereo sampai suara muncul selamat mencoba bila ada kerusakan sperti ini,karena kasus ini sering terjadi pada tv lg jenis flat
Catatan : sering terjadi troble untuk audiotv lg flat



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Turbo swing
Gejala : led berkedip redup
Penyebab : capasitor dibagian horizontal short menyebabkan transistornya panas dan ahirnya rusak
Solusi : ganti capasitor dan tr horizontal


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC21FJ50J
Gejala : Timbul garis Horizontal
Penyebab : Retak pada bagian IC vertikal
Solusi : solder ulang bagian vertikal dan mengganti capasitor bag. vertikal


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : tc-2012Rc
Gejala : tidak bisa nyimpan program canel.
Penyebab : salah satu dioda OA90ag ada yang putus/short.
Solusi : cek dari 5 dioda ini salah satu ada yg putus/short.tipe ini susah di dapat di toko.ganti aja pakai bekas radio jadul,tapi ku coba ganti pakai in 4148 bisa.


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : mx series
Gejala : protec,harus menekan tombol power berulang -ulang baru start
Penyebab : elko 10/35v agak short
Solusi : ganti elco 10/35v ato 100/35v


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : tc2088
Gejala : Kontras tidak dapat disetel
Penyebab : resistor ABL 220k lemah/ berubah resistansi
Solusi : ganti R 220K ABL


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC1450
Gejala : TDK ADA SUARA
Penyebab : MUTING INPUT
Solusi : CEK/GANTI Q1112 & Q 1113


Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : flat screen
Gejala : matot
Penyebab : power supply + tr hor-out rusak
Solusi : ganti komponen power supply dan tr hor-out



Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : ADVANTE V-Slim
Gejala : Mati Total
Penyebab : Tegangan B+ drops
Solusi : Ganti Flyback BSC25-T1010A
Catatan : tes open R ke FBT dan Open Colektor TR HOT




Perangkat : DVD
Merek : China Brand
Model : GMC 168 f
Gejala : no disk
Penyebab : Motor pemutar disk macet
Solusi : Ganti motor pemutar disk dan R (puse) yang berhubungan dengan ic servo dan motor jika diukur dengan AVO meter out dari ic servo tiadak ada hambatan




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : mayaka R 29 MM 12
Gejala : Dilayar tampil gambar gembok (ngelock/terkunci)
Penyebab : karena kesalahan ngeset kode merk tv pada remote universal
Solusi : pake remote aslix dan cari tombol display selanjutx tekan tombol display tersebut sampai logo gembok yg terkunci itu hilang pada layar tv tersebut




Perangkat : TV
Merek : China Brand
Model : vitron14
Gejala : hidup gambar gak penuh atas bawah kiri dan kanan
Penyebab : ada yang rusak pada power suplay vr 202 terukur 7,5k
Solusi : saya ganti pake 222 alhamdulillah beres.


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : 21diva
Gejala : On sebentar (tampil logo) trus st-by,(protec)
Penyebab : elco rusak
Solusi : Letak protec pin 62 IC HBT-00-02G, teg pd protec hanya sekitar 2v, kondisi normal harusnya sekitar 5v. Ganti c402 1mf/50v dr pin 3 IC vertikal An 5522.


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : minimax
Gejala : protect
Penyebab : tidak adanya vcc dari ic vertical
Solusi : solder ulang dahulu bila tidak bisa ganti dengan yang baru


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : MX 5203R
Gejala : selalu standby
Penyebab : c402 nilai 50v1uf kering.
Solusi : ganti elko tersebut dg yg baru/normal.


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : 1433 dan seumurnya
Gejala : gambar kaya gergaji
Penyebab : 1,160V.4,7.160V.2.2,160V
Solusi : dicari vertical ndak ada ternyata elco di trafo horisontal diganti okei bagus.
Catatan : makin tua makin banyk masalah


Perangkat : TV
Merek : Polytron
Model : mx5202
Gejala : selalu kembali ke posisi standby
Penyebab : keringnya elco dekat ic vertikal c402 ukuran 1mf 50v
Solusi : ganti elco dengan ukuran yang sama


Perangkat : DVD
Merek : Polytron
Model : all product
Gejala : un disc
Penyebab : tidak terbaca nya informasi disc oleh optic
Solusi : bersihkan saja optik secara hati hati,atau ganti optik dan cek mekanik perangkat pembaca disc



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC1450
Gejala : BLANGKING & PROTEK
Penyebab : VIDEO QUT TDK ADA
Solusi : GANTI IC AN5600



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC20T8
Gejala : MATI TOTAL
Penyebab : REGULATOR TAK KERJA
Solusi : GANTI Q801 DAN Q804 C4804/A1215



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : t20m88
Gejala : raster polos,blawur,OSD ada tapi tdk jelas,tdk fokus.suara ada.
Penyebab : tegangan fokus tidak normal
Solusi : stel kmbali trimpot fokus FBT,lepas dan cek soket CRT,ukur resistansi pin gnd CRT thd pin lainnya,posisi ohm meter x10k,jika jarum bergerak sdikit saja,sebaiknya ganti soket.


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : 21 Inch
Gejala : Pertama dihidupkan Gambar Buram (tdk Focus).Setelah +/- 5 menit, gambar berangsur normal
Penyebab : Socket tabung korosi ( Kotor )
Solusi : Ganti Socket Tabung



Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : mc691wj
Gejala : gambar redup dan terang bergantian
Penyebab : ground rgb bermasalah
Solusi : solder ulang kabel ground


Perangkat : TV
Merek : Panasonic
Model : TC14V11
Gejala : B+ tinggi jadi 110V, normal 90V,protek kerja
Penyebab : R832 (5k6) terbakar, R837 (1K) putus
Solusi : Ganti R832 dan R837



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : 21FX4AG-TH
Gejala : tdk ada gambar/pictur tapi suara normal
Penyebab : tegangan G2 short atau 0V
Solusi : tahan ujung obeng di dekat pin G2 CRT sekitar 05cm jaraknya Dimana obeng terhubung dengan ground CRT kemudian nyalakan tv sebentar status soket CRT terlepas dari CRT kemudian pasang kembali soket CRT



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : plasma
Gejala : gambar melipat ketengah
Penyebab : karena dropnya tegangan pada autput tegangan pada ic vertikal yang di sebabkan dioda shot atau resistor mayi maksimal tegangan harus 26v kalau kurang dari 26v maka gambar akan melipat
Solusi : ganti dioda yang berhubungan dengan input ic vertikal dan cek juga resistornya
Catatan : bisa juga karena flyback shot


Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Chassis MC-059D
Gejala : Suara bagus, gambar redup/gelap
Penyebab : Dioda D902 di PCB CRT pecah
Solusi : dicari data skema nya dan D902 adalah 1N4148



Perangkat : TV
Merek : LG
Model : Flat Slim
Gejala : Mati total dg ada bunyi derit
Penyebab : Block Hor output Short
Solusi : Periksa tr horisontal C6090, ganti baru klo tr hor itu short..dan bila stlh dipasang yg baru tr hor shrt lagi, periksa capacitor wide yg mengeblok colector tr hor dg ground/emitor,biasanya nilai cap sdh turun dari yg tertera di body cap itu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

sistem protek tv

Sistem Protek pada TV

Posting Oleh info service elektronik on Jumat, 11 Februari 2011

Sebelum mengulas lebih jauh tentang proteksi, sebaiknya diulas dulu sistem ON/OFF atau sistem standby dari perangkat TV. Metode-metode standby antara lain :
1. Menghidupmatikan power supply, ciri power supply ini adalah mempunyai besar tegangan output yang ‘jauh’ berbeda ketika ON dan STANDBY. Jika diurut pin out power control dari IC program langsung mengontrol power supply. Hampir sebagian besar TV saat ini menggunakan sistem standby jenis ini.

2. Menghidupmatikan tegangan H-VCC. Misalnya mesin sasis china, yang dihidupmatikan adalah tegangan H-VCC yang mensupply ic osilator. Contoh lainnya adalah TV-TV era ic TDA8361, TA8690AN. Tegangan output power supply jenis ini tetap.

3. Menghidupmatikan tegangan bias untuk transistor driver horisontal. Jenis ini dapat ditemukan di sasis TV sharp yang menggunakan TDA83xx, sedangkan H-VCC terus-menerus mendapatkan tegangan. Tegangan output power supply jenis ini tetap.

4. Melalui bus data, I2C (SDA/SCL), jenis ini jarang ditemui. Hampir semua ic jenis baru, support untuk metode ini.

5. Kombinasi, selain menghidupmatikan H-VCC juga menghidupmatikan Power Supply.

PINTU ATAU PIN-PIN PROTEKSI
1. Pin IC program, karena IC program merupakan ‘otak’ dari perangkat TV, maka pada IC program dilengkapi dengan pin protek. Umumnya berjenis high state, yaitu normalnya pada level/logika high (tegangan hampir/sama dengan VCC). Jika terdeteksi menurunnya tegangan pada pin ini, maka IC program akan segera menshutdown perangkat TV.

2. Pin IC jungle/chroma/osilator. Umumnya, pada IC jenis baru (misalnya AN5606, TDA836xx, dll) dilengkapi dengan pin proteksi EHT, pada pin ini umumnya berjenis Low State, yaitu berlogika Low (0 volt atau beberapa volt saja ketika normal). Jika terdeteksi tegangan yang melebihi ambang tegangan proteksi, maka IC segera mematikan osilator horisontal.

3. Power supply control, dapat ditemukan di TV model-model jadul, jika ditemukan tidak normal maka rangkaian proteksi akan segera mematikan/me-standby powersupply.


SISTEM PROTEKSI MENURUT BENGKEL

Adanya sistem proteksi pada TV, bukan berarti dengan melepas/melumpuhkan proteksi sudah dianggap selesai garapan TVnya. Banyak bengkel yang hanya melepas protek dan langsung bayaran, tanpa menghiraukan fungsi dari protek tersebut.

JENIS-JENIS PROTEKSI
1. Proteksi Tegangan Lebih Arus Besar (OverVoltage 1)
Jenis proteksi ini difungsikan untuk melindungi perangkat dari bahaya/tegangan petir atau naiknya tegangan AC_IN. Ciri proteksi terhadap petir yaitu dengan ditemukan adanya kabel yang dihubungkan dari GND tuner menuju ke ‘titik yang tidak terhubung’ didekat konektor input AC_IN. Prinsip dasarnya menggunakan kapasitas tegangan maksimal kapasitor. Jika diamati, kabel tersebut dihubungkan kepada jalur PCB yang ‘sengaja’ dibuat untuk lintasan elektron/tegangan menuju ke jalur listrik input. Jika ada tegangan yang melebihi kapasitasnya, maka tegangan/elektron tersebut akan ‘dibuang’ begitu saja menuju ke jala-jala listrik.
Proteksi arus besar lainnya adalah proteksi tegangan AC_IN, menggunakan komponen sejenis zener tegangan AC (DIAC), pada komponen ini dapat dibaca tegangan kerjanya. Penempatannya secara paralel terhadap AC_IN dan setelah sekring. Jika ada tegangan yang melebihi batas komponen ini maka komponen akan konslet dengan sendirinya, karena konslet, akhirnya sekring putus. Bentuk fisik komponen dimaksud mirip dengan kapasitor tegangan tinggi, dan umumnya berwarna biru muda.

2. Proteksi Tegangan Lebih Arus Kecil (OverVoltage 2)
Fungsi proteksi ini untuk mendeteksi tegangan berlebih pada titik yang disensor. Komponen utama yang dipakai umumnya menggunakan dioda zener. Pada dasarnya, dioda zener akan menghasilkan tegangan selisih jika dialiri arus secara mundur/terbalik. Untuk lebih jelasnya lihat skema berikut ini :

Pada skema diatas, tegangan output (VOUT) dihasilkan dari perhitungan VIN – VZ. VZ adalah tegangan kerja dari zener. Rumus tersebut hanya penyederhanaan, tidak mengikutkan elemen R LOAD.
Dari rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa jika ada tegangan output (VO) berarti tegangan input sudah melebihi dari tegangan yang ditentukan (VZ). Kesimpulannya, ada tegangan jika protek.

3. Proteksi Tidak Ada Tegangan (NoVoltage)
Tidak seperti proteksi Over Voltage, proteksi ini menyensor ada tidaknya tegangan pada suatu titik. Coba amati skema berikut :

VIN merupakan tegangan stabil, umumnya sebesar tegangan VCC ic program (5V atau 3V3). Tegangan VIN melalui R_PULL_UP hingga menjadi tegangan VOUT. Persyaratan utama dari sensor ini adalah tegangan VOUT tidak boleh melebihi dari V_DIPROTEK. Sedangkan R_LOAD adalah beban pada tegangan yang disensor.
Cara kerjanya cukup sederhana, jika tegangan yang disensor tidak ada, maka tegangan out (VOUT) akan dikonsletkan oleh dioda (lihat arah panah dioda) sehingga VOUT akan turun nilainya (akibat R_LOAD). Derajat/besar penurunan tegangan VOUT inilah yang disensor. Sebaliknya, jika ada tegangan pada titik yang disensor, secara otomatis tegangan VOUT akan tetap karena tegangan yang disensor tidak akan ‘melompati’ dioda (kecuali dioda proteksinya bocor/rusak). Kesimpulannya, tidak ada tegangan jika protek.

4. Proteksi Suhu Lebih (OverThermal)
Pada rangkaian TV modern, proteksi ini sudah masuk dalam komponen aktif, misalnya STR-Wxxxx. Cara kerjanya hanya menyensor jika suhu kerja melebihi dari titik proteksinya.

5. Proteksi Emisi Sinar X (X-RayProtection)
Salah satu radiasi/emisi yang ‘tidak dikehendaki’ dari tabung elektron adalah emisi sinar X. Secara alami, tabung elektron akan mengemisikan sinar X pada nilai tertentu yang diperbolehkan. Jika tabung mendapatkan tegangan kerja yang melebihi dari tegangan normalnya, maka kuantitas sinar X yang dihasilkan juga membesar sehingga berbahaya bagi pemakainya. Pada CRT modern, sudah dilengkapi dengan screen protektor yang tujuannya untuk mengurangi emisi tersebut. Bukan hanya tegangan HV yang mempengaruhi tingkat emisi, terang tidaknya gambar juga mempengaruhi kuantitas emisinya.
Selain pemasangan screen protektor, tegangan HV untuk supply CRT juga disensor, karena untuk menyensor tegangan HV (yang pada TV 14in sekitar 20 an kilovolt) sangat sulit sekali maka untuk menyensor tegangan tersebut menggunakan kaki ABL dari TFB. Prinsipnya adalah besar tegangan ABL akan selalu mengikuti dari terang tidaknya layar. Jika CRT terang, secara otomatis CRT akan menarik banyak elektron, sehingga tegangan ABL juga akan turun.
Sebaliknya, jika CRT menampilkan gambar gelap, tegangan ABL akan naik. Yang disensor adalah titik minimum dari tegangan ABL. Tidak boleh kurang dari level/tegangan minimum yang ditentukan.
Selain tegangan ABL, proteksi X-Ray juga menggunakan proteksi OverVoltage yang menyensor tegangan sekunder TFB, misalnya tegangan Heater. Sensor yang dipasang pada titik arus katoda juga dapat difungsikan sebagai proteksi X-Ray, misalnya pada pin5 IC RGB out (TDA6107) merupakan sensor IK (cathode current). Prinsip kerjanya adalah mengeluarkan tegangan yang mirip dengan ABL tetapi besar tegangannya terbalik, semakin terang, semakin tinggi tegangannya.

6. Proteksi Sinkronisasi
Tanpa sinyal video, perangkat tv dengan sendirinya akan menghasilkan sinyal SandCastle (gambar semut/pasir) yang ditampilkan. Frekuensi-frekuensi free running (horisontal dan vertikal) diset pada nilai-nilai tertentu (tergantung model dan jenis IC-nya). Jika ada sinyal video, sync separator (pemisah sinkronisasi) akan mengadjust frekuensi-frekuensi tersebut berdasarkan sinyal sinkronisasi yang dibawa oleh video. Jika gagal dalam penyinkronan, secara otomatis akan protek.
Sinkronisasi vertikal membutuhkan pulsa vertikal out, sedangkan sinkronisasi horisontal membutuhkan sinyal AFC dari TFB. Jadi sinkronisasi tujuannya untuk mengunci frekuensi-frekuensi osilator freerunning tersebut berdasarkan sinyal video yang masuk. Proteksi sinkronisasi umumnya sudah masuk dalam IC jungle/osilator.


MENCARI DAN MENGIDENTIFIKASI JALUR PADA TV


Kegiatan perbaikan perangkat elektronik tidak lepas dari pengurutan jalur-jalur dan identifikasi jalur. Sebenarnya, cara yang terbaik adalah dengan menghafalkan fungsi kaki-kaki dari IC yang penting-penting saja. Tidak harus menghafal, tetapi seiring dengan perjalanan pengalaman servis, Penulis yakin fungsi-fungsi pin tersebut akan hafal dengan sendirinya.
Saking banyaknya jalur beserta fungsi yang berbeda, untuk membatasi masalah, Penulis hanya mengulas beberapa jalur-jalur penting yang telah menjadi Favorite bengkel elektronik, terlebih TV.

1. Pin/kaki Tegangan VCC/VDD padA IC,
Salah satu jenis komponen elektronika yang sulit sekali dimasukkan ke dalam IC adalah electrolyte capacitor/condensator (elko). Pada desain-desain rangkaian elektronika, penggunaan elko salah satunya difungsikan sebagai filter tegangan DC, semakin besar nilainya, semakin baik filtrasinya. Elko ini dipasang sedekat mungkin dengan kaki-kaki VCC/VDD IC, jadi untuk menemukan pin/kaki VCC/VDD sebuah IC, tinggal mencari elko yang paling besar nilainya dan terdekat dengan IC. Dengan catatan, salah satu kaki elko mendapatkan tegangan dari luar IC.
Khusus untuk IC-IC logika (IC digital), seperti CD4052, MC14066, CD4094 dan lain-lain, kemasan dual in-line package (DIP), secara umum pin/kaki VDD/VCCnya berada pada urutan kaki yang terbesar (misal, CD4066, kaki VDD pada pin14, kaki VSS/VEE pada pin7, 24Cxx, VDD=8, VSS=4).

2. Pin/kaki Reset IC Program,
Hampir semua TV saat ini memakai IC program atau mikro komputer (micom) sebagai otaknya. Sedangkan IC program yang pada dasarnya adalah sebuah komputer mikro/mini tentunya mempunyai kaki yang difungsikan sebagai input Reset.
Reset merupakan pin/input yang digunakan untuk memberi sinyal kepada IC program supaya IC program menjalankan kembali rutin-rutin/program dari awal. Dalam proses perbaikan, penggunaan metode hard-reset sangat mempermudah dalam mencari kesalahan-kesalahan dalam perangkat TV yang bersifat logik (misalnya status AV, status pinout program, atau untuk mendeteksi normal tidaknya IC program itu sendiri).
Metode hard-reset dapat dilakukan dengan mengkonsletkan pin reset ic program ke GND/VSS sekitar 1 detian (dalam beberapa type/jenis ic program dengan ‘menarik’ ke VDD).
Tidak lepas dari desain-desain IC program, kaki reset umumnya dapat ditemukan berada disamping salah satu pin/kaki kristal, ditandai dengan terhubungnya kaki tersebut ke output rangkaian reset. Rangkaian reset dimaksud sering kali terdiri dari IC reset (misal, KIA7045) atau dalam bentuk kombinasi transistor dan komponen lain yang membentuk rangkaian detektor tegangan (melepaskan pulsa/denyut reset jika tegangan yang masuk sudah mencapai ambang yang ditentukan). Jenis rangkaian reset ini sering ditemukan di TV sasis china.
Untuk keterangan lebih jauh tentang IC program TV, baca artikel Memahami dan Mengenal IC Program TV

3. Bus Data (I2C)

Pada artikel Memahami dan Mengenal IC Program TV, telah disinggung tentang fungsi dari bus data, tak lain adalah berfungsi sebagai jalur komunikasi antara komputer mikro tersebut dengan perangkat-perangkat atau IC-IC lainnya. Pada desain-desain TV baru, penggunaan bus I2C menjadi sangat populer karena keringkasannya.
Cara tercepat mencari bus data adalah dengan mencari dan membaca data IC-IC yang dilengkapi dengan bus data, misalnya IC memori 24Cxx, pin5-nya adalah SDA dan pin6-nya adalah SCL. Semua jalur yang terhubung pada pin-pin tersebut merupakan jalur bus data yang terdiri dari SDA dan SCL. Bagi seorang teknisi, menghafalkan pin-pin ini merupakan tindakan yang penting dilakukan.
Gangguan-gangguan pada jalur SDA/SCL menyebabkan IC program gagal untuk memerintah/membaca dari perangkat/IC luar. Akibatnya TV tidak menyala (karena subrutin watchdog) atau adanya beberapa fasilitas TV yang tidak berfungsi (misalnya tuner tidak bisa diset). Hal ini sangat logis sekali karena hampir semua fungsi pengontrolan TV diwakili oleh ‘dua jalur’ ini, sehingga perhatian lebih terhadap bus ini sangat penting.

4. Protek
Artikel tentang proteksi dan cara menemukan jalur protek, baca artikel Sistem Proteksi Pada TV

5. Kontrol Power/Standy
Jika Pembaca pernah membaca artikel tentang Sistem Proteksi Pada TV, di artikel tersebut sudah disinggung beberapa metode untuk ‘mematikan’ perangkat TV yang dilakukan oleh IC program. Secara mudahnya, pin kontrol power dapat ditemukan dengan mengurut masukan/input dari rangkaian-rangkaian power_off tersebut. Pada desain TV yang memakai IC KA78R09 atau 090RDA1 pin power dapat ditemukan dengan mengurut dari pin4 IC tersebut karena secara urut pin-pinnya adalah v_input, v_output, gnd dan v_disabled.
Pada desain TV yang power-nya mengontrol smps, dapat diurut dari pengontrol optocoupler. Karena optocoupler bagian dari rangkaian error_amp, maka sangat memungkinkan untuk mengontrol tegangan output dari smps menjadi power_on atau power_off.

6. Kontrol Switch AV
Seperti halnya mencari jalur bus data, jalur kontrol switch AV dapat dengan mudah ditemukan dengan mencari IC atau rangkaian switch AV-nya terlebih dahulu.
Beberapa IC switch (logic) yang sering dijumpai antara lain : LA7016 (pin3), CD4066/MC14066 (pin5, 6, 12, 13), 4051 (pin10, 11, 9), 4052 (pin10, 9) dan 4053 (pin11, 10, 9).
Pada beberapa IC misalnya TDA8361, pin AV switch menggunakan pin16. Sedangkan pada jenis-jenis terbaru, switch AV sudah masuk kedalam IC chroma/jungle dan dikontrol oleh program menggunakan bus data. Meski sudah masuk dalam IC jungle/chroma tetapi tidak jarang juga ditemukan desain yang masih menggunakan swith AV eksternal (semuanya tergantung desainernya).

7. Volume, Contrast, Color dan Brightness

8. Pin-pin IC program yang difungsikan sebagai volume, contrast, color dan brightness berjenis DAC (digital to analog converter). Karena berjenis DAC, cara termudah dengan mengetes kaki-kaki IC program sambil menggerakkan/mengeset volume, contrast, color dan brightness menggunakan tombol panel atau remot.
Cara tersebut di atas terlihat sangat bertele-tele, tetapi memang cara tersebut yang termudah. Untuk model-model desain baru, pin-pin kontrol ini sudah jarang atau bahkan tidak dipakai lagi dan sudah tergantikan dengan bus data.

9. VT (Tuning Voltage)
Seperti halnya pin-pin kontrol volume, pin VT juga berjenis DAC. Pin ini dapat diurut dari kaki VT tuner. Sedangkan untuk mengidentifikasi kaki VT tuner ditandai dengan adanya deretan rangkaian filter RC yang terhubung ke kaki tersebut. Sedangkan ujung/masukan filter RC tersebut terhubung dengan kaki kolektor transistor VT dan basis dari transistor tersebut merupakan input sekaligus output VT dari IC program.
Pada tuner jenis baru yang menggunakan bus data (SDA, SCL), tegangan konstan VT (30an volt) langsung dimasukkan ke tuner sekaligus rangkaian-rangkaian filter-filter RC dan transistor VT. Untuk menggeser/mengeset frekuensi tuner secara praktis menggunakan bus data.

10. Audio Mute

Fungsi audio mute selain dapat direalisasikan dengan mengenolkan tegangan volume, dapat juga dengan rangkaian mute eksternal. Umumnya menggunakan transistor yang kaki kolektornya langsung ‘menyadap’ jalur sinyal audio output (yang masuk ke audio amplifier) dan kaki basisnya dikontrol langsung oleh IC program. Cara kerjanya cukup sederhana, jika kaki basis mendapatkan bias, maka transistor akan ‘membumikan’ sinyal audio pada kolektornya.

11. VIF Output (Video)

Proses sinyal IF pada TV analog menghasilkan sinyal video yang masih tercampur dengan sinyal audio. Sebelum sinyal video ini ditampilkan/diproses lebih jauh, sinyal ini harus difilter dulu untuk mengeliminasi sinyal suara yang masih ada di dalam sinyal output VIF tersebut.
Karena filtrasi sinyal audio pada VIF out mutlak diperlukan, maka cara tercepat mengidentifikasi jalur VIF out dengan mencari rangkaian filternya yang terdiri dari CF yang diparalel dengan lilitan (membentuk notch filter). Sering dijumpai menggunakan CF 5.5Mc diparalel dengan lilitan 15uH.

12. SIF Input dan Audio Output

Setelah jalur VIF out teridentifikasi, secara otomatis SIF input juga dapat teridentifikasi. Sebelum sinyal VIF out masuk ke filter/trap, sinyal VIF ini ‘dicabang’ menuju ke SIF input, umumnya melalui CF terlebih dahulu, fungsi CF ini untuk memilih hanya suara saja yang diproses.
Pada sistem MPX/stereo, SIF input dapat mengambil dan memproses langsung dari pin output IF dari tuner. Sedangkan sinyal audio hasil pemrosesan/deteksi dioutputkan dengan melalui deemphasis terlebih dahulu. Fungsi deemphasis adalah memperbaiki nilai S/N pada audio hasil deteksi. Karena kontrol volume umumnya sudah masuk dalam IC chroma/IF/jungle atau tidak jarang juga yang langsung mengontrol IC audio amplifier, maka output audio dari SIF out langsung menuju ke audio amplifier sehingga lebih mudah diurut.
Sedangkan cara paling kuno yang terbukti efektif untuk mencari pin input amplifier audio yaitu dengan memegang pin-pin audio amplifier

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...