tips dasar mengetahui Protek pada tv
Posting Oleh info service elektronik on Minggu, 19 Desember 2010Bagaimana sebenarnya jika tv terprotek oleh sistem,dan bukan stanby karena ada kerusakan hardware/komponen.
Satu patokan bahwa pesawat TV berada pada
status “protek ” adalah jika tv mau menyala(sebentar) dan kembali ke
posisi standby.( sistem “membaca” dulu semua keadaan blok secara
fungsional dan mendeteksi parameter masing-masing blok untuk disamakan
dgn standard yg diisi didalam IC memory).Karena kalau baru dinyalakan
tv hanya diam di posisi standby,mungkin disebabkan rangkaian
regulator yang tidak normal atau juga tegangan untuk horisontalnya
tidak ada ( karena TR HOR. short).
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Nyala
led berwarna merah (standby) terus berubah menjadi hijau (start) dan
kembali ke posisi merah,sistem gagal untuk start ( protek )
Nyala led merah dan kemudian berkedip,ada kerusakan blok ( vertikal/audio/horisontal) maka sistem akan mem-protek.
Nyala
led berubah warna (kuning) EEprom atau IC memory error atau corrupt (
kehilangan data).ganti atau bisa di setting ulang.
Nyala
led merah saja, bisa juga karena protek dan ini disebabkan macetnya
perintah ‘on’ di IC memory.keadaan ini bisa di atasi dengan me-reset IC
memory ( reset menu code).
Salah satu cara kita dapat men-skip (melewat posisi protek ) adalah:
Pastikan
semua tegangan dari power supply normal,baik untuk horisontal (115V)
IC program (5) audio,vertikal(jika dari regulator) ,IC HOR.oscillator
dan tegangan untuk trafo driver horisontal.
Karena
sarat utama agar tv dapat menyala adalah :tegangan B+,tegangan ke IC
osilator horisontal ( 5v-8v),tegangan untuk IC program dan
memory,serta tegangan untuk driver horisontal.Sinyal dari oscillator
horisontal adalah jantung utama untuk menggerakan fungsi Flyback dan
ini wajib ada.
Pastikan semua tegangan ini ada,jika tidak anda harus memberinya secara manual ( external )
Cara lain agar kita dapat “melihat” sumber penyebab protek adalah:
Memberi
tegangan external pada Filament atau Heater CRT dengan menggunakan
trafo !ampere sebesar 6 Volt.Dengan maksud agar kondisi crt sudah
panas (ready) ketika tv baru dinyalakan pertamakali.Putuskan dulu
jalur tegangan asli heater dari flyback. Sehingga tampilan di layar
CRT dapat kita lihat meski hanya sesaat.
Nyalakan
dulu trafo nya sebentar untuk memanaskan filament,terus nyalakan tv
dan segera anda lihat kondisi tampilan di layar, apakah hanya garis
vertikal ,apakah hanya blank atau ada gambar tanpa sinkronisasi dan
lain sebagainya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar